
Ga pernah ga nangis kalo baca novel Mitch Albom,
Apalagi yang “for one more day”,,di bagian pengantarnya ada kalimat ini :
“Pernahkah kamu kehilangan seseorang yang kausayangi dan kau ingin bisa bercakap-cakap dengannya sekali lagi, mendapatkan satu lagi kesempatan untuk menggantikan waktu-waktu ketika kau menganggap mereka akan selalu ada selamanya? Jika pernah, maka kau pasti tahu bahwa seberapa banyak pun kau mengumpulkan hari-hari sepanjang hidupmu, semuanya takkan cukup untuk menggantikan satu hari itu, satu hari yang ingin bisa kau miliki lagi”
(Mitch Albom, for one more day – satu hari bersamamu)
Bleppp!!!langsung nelfon nyokap...
Novel ini memang bercerita tentang hubungan antara anak dan ibunya. Charles Benetto, sang anak, yang ketika dewasa dia merasa hidupnya hancur dan mencoba bunuh diri. Di masa kritisnya, ia bertemu sang ibu – yang sudah meninggal 8 tahun yang lalu- dan dibawa ke rumah lamanya untuk menghabiskan waktu satu hari bersama sang ibu. Di satu hari itulah, ia mengetahui hal-hal yang sebelumnya tidak ia ketahui, betapa besar pengorbanan sang ibu untuk menjaga dan merawatnya, betapa abadi kasih sayang ibunya bagaikan mata air yang tak pernah ada habisnya. Di akhir cerita, sang ibu berhasil meyakinkan anaknya untuk tidak menyerah pada kehidupan dan untuk berusaha memaafkan dirinya sendiri.
Recommended to read :-)
_end_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar